Selasa, 27 Oktober 2015

64 WN Taiwan Penipu Online Lintas Negara Dideportasi

Liputan6.com, Jakarta - Tercatat 64 warga negara Taiwan-Tiongkok yang melancarkan operasi penipuan sibernetika (cybercrime) di Indonesia, akhirnya dideportasi. Pemulangan puluhan pelaku kejahatan lintas negara ini dikawal ketat oleh Kepolisian Daerah Metro Jaya yang dipimpin oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti. Mereka dipulangkan ke negaranya untuk ditindaklanjuti proses hukumnya.

"Terungkapnya kasus ini adalah join operation antara Polri, Polda Metro Jaya, Interpol, Dirjen Imigrasi dan Kepolisian Taiwan. Kami koordinasikan dengan kepolisian Taiwan untuk penindaklanjutan proses hukumnya di sana," ujar Krishna Murti di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Banten, Selasa 8 September 2015.

Sebagian, ungkap Krishna, masih ada yang belum dipulangkan karena masih berurusan dengan imigrasi terkait penyalahgunaan izin tinggal.

Menurut Krishna, ada dua aktor intelektual dalam kasus ini yang tetap diproses oleh pihak Polda Metro Jaya, yaitu Chen warga Taiwan yang berperan sebagai perekrut pekerja dari Tiongkok, dan WA warga Indonesia yang berperan sebagai fasilitator para pekerja selama di Indonesia.

"Kami sudah tetapkan dua tersangka penipuan online lintas negara, Taiwan - Cina - Indonesia - Jepang dan beberapa pelaku di Indonesia. Penindakkannya di Polda," tegas Krishna.

Krishna tidak hanya sekedar mengawal para penjahat sibernetika internasional itu pulang ke negara asalnya, tapi juga mewakili polisi Indonesia yang akan menjadi tamu kehormatan Kepolisian Taiwan.
Rencananya, di Taiwan Krishna akan diberi tanda terimakasih berupa plakat penghargaan oleh Kepolisian Taiwan. Selain Krishna, Kepala Divisi Hubungan Internasional Irjen Sugeng Priyanto juga membawa rombongan Mabes Polri untuk menghadiri acara penganugerahan tersebut.

"Pemerintah Taiwan juga akan memberi penghargaan kepada Polri yang diwakili oleh Komisaris Besar Krishna Murti, sebagai bentuk apresiasi atas terungkapnya kasus kejahatan yang melibatkan warga mereka," demikian keterangan dari Polda Metro Jaya.

Polda Metro Jaya berharap, ratusan warga Tiongkok dan Taiwan yang berhasil diamankan terkait kejahatan penipuan sibernetika (cibercrime) lintas negara, mendapat sanksi cekal di negaranya sehingga tidak bisa bepergian ke negara lain.

Hal ini diharapkan untuk mengantisipasi sindikat tersebut masuk ke negara lain termasuk ke Indonesia lagi, pasca deportasi.

Menurut Krishna, ratusan pelaku kejahatan sibernetika ini masuk secara legal ke Indonesia dengan menggunakan visa kunjungan wisata, yang difasilitasi bos besar mereka di Taiwan bernama Chen. Setelah berhasil lolos ke Indonesia, mereka dikoordinir oleh seorang WNI berinisial WA untuk tempat tinggal dan kebutuhan sehari-harinya. Selanjutnya Chen dan WA akan dijerat pelanggaran pasal tindak pidana perdagangan orang.

tanggapan kasus
penipuan online di indonesia serig terjadi karna pengawasan di indonesia tidak di perketat hingga orang asing melakukakn penipuan. jika terus di biarkan maka makin banyak pihak asing yang melakukan penipuan dan bisa di cap sebagai negara dengan penipu asing.

perkembangan telematika indonesia.


Kata TELEMATIKA, berasal dari istilah dalam bahasa Prancis "TELEMATIQUE" yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Istilah Teknologi Informasi itu sendiri merujuk pada perkembangan teknologi perangkat-perangkat pengolah informasi. Para praktisi menyatakan bahwa TELEMATICS adalah singkatan dari "TELECOMMUNICATION and INFORMATICS" sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga diketahui sebagai "the new hybrid technology" yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah "konvergensi". Semula Media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi dan komunikasi pada saat itu.

            Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghadirkan Media Komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah TELEMATIKA kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi TELEKOMUNIKASI, MEDIA dan INFORMATIKA yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi TELEMATIKA kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau "the Net". Dalam perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana MULTIMEDIA. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.

            Seiring dengan semakin populernya Inter-Net sebagai "the network of the networks", masyarakat penggunanya (internet global community) seakan-akan mendapati suatu dunia baru yang dinamakan cyberspace - sebagaimana dipopulerkan oleh William Gibson dalam novel sci-fi-nya Neuromancer - yang merupakan khayalan tentang adanya alam lain pada saat teknologi telekomunikasi dan informatika bertemu. Di "alam baru" ini - bagi kebanyakan netter - tidak ada hukum. Karena tidak adanya kedaulatan dalam jaringan komputer maha besar (gigantic network) ini, mereka beranggapan bahwa tidak ada satupun hukum suatu negara yang berlaku, karena hukum network tumbuh dari kalangan mayarakat global penggunanya. "Alam baru" ini seakan-akan menjadi suatu jawaban dari impian untuk melampiaskan kebebasan berkomunikasi (free flow of information) dan kebebasan mengemukakan pendapat (freedom of speech) tanpa mengindahkan lagi norma-norma yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari.

Perkembangan teknologi informasi saat ini sudah cukup canggih apalagi dengan banyak diciptakannya media teknologi yang hanya dengan satu alat bisa memiliki banyak fungsi. Seperti yang bisa kita lihat saat ini kemajuan teknologi handphone. Awalnya teknologi ini hanya digunakan untuk media komunikasi, tetapi bisa dilihat saat ini banyak berbagai merk handphone yang menyediakan fasilitas canggih didalamnya.
Internet juga merupakan hasil pekembangan teknologi informasi yang saat ini digunakan oleh hampir semua orang didunia. Dengan pemanfaatan internet kita bisa memperoleh informasi – informasi yang kita butuhkan tanpa harus datang ketempat sumber informasi itu berada. Selain itu kita bisa berkomunikasi dengan orang dari jarak jauh. Dengan kemajuan telematika yang ada saat ini menurut saya perkembangannya pasti akan jauh lebih baik karena manusia pasti akan menciptakan teknologi yang baru, kerena kebutuhan manusia itu tidak terbatas dan manusia sendiri tidak akan pernah puas.

sumber:
 http://virtuallight2.blogspot.co.id/2012/11/pengertian-telematika.html
http://zarblackcrow.blogspot.co.id/2014/10/definisi-perkembangan-dam-tren.html